Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Memahami dan Mengimplementasikan  Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Untuk meningkatkan Kompetensi Guru SMK-IT Nurul Fikri Gandusari  melaksanakan workshop selama dua hari. Pada hari Kamis dan Jum’at, 10 dan 11 Juli  2025 menghadirkan narasumber Fasilitator dari Kordinator Pengawas SMA/SMK Cabang Dinas Provinsi Jawa Timur Wilayah Tulungagung, Bapak Subagyo, S.Pd. Pelatihan berguna untuk meningkatkan pemahaman guru terkait pelaksanaan dan struktur kurikulum merdeka di SMK-IT Nurul Fikri Gandusari  dengan tema Workshop “Peningkatan Kompetensi guru dalam memahami dan mengimplementasikan  Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)”.

Pelatihan ini berfokus pada materi Pembelajaran deep learning. Pembelajaran deep learning adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, bukan hanya hafalan, dengan fokus pada penerapan konsep dan kemampuan berinovasi. Pendekatan ini mendorong siswa untuk aktif dalam proses belajar, mencari makna, dan mengembangkan kompetensi global melalui pemecahan masalah nyata.

Dalam bidang ekonomi, metode deep learning diterapkan di berbagai perusahaan untuk menganalisis data yang kompleks dan membantu perusahaan mengambil keputusan. Contohnya perilaku pelanggan, menganalisa permintaan pelanggan, dan lain lain. Jika diaplikasikan dalam kurikulum pembelajaran, maka contoh Kurikulum Deep Learning dapat dipantau sesuai penggabungan tiga elemen yang mencakup Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyfull Learning. Pada elemen Mindful Learning, para guru akan memperhatikan keunikan para siswa, termasuk potensi dan kebutuhan masing-masing yang berbeda. Misalnya ketika masuk dalam materi tentang panas. Maka para siswa nantinya diajak untuk bereksperimen, baik di laboratorium dengan melihat bagaimana panas atau kalor terbentuk dan fungsi panas dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian elemen Meaningful Learning. Para siswa diajak memahami alasan di balik setiap materi pelajaran yang dipelajari dan pentingnya pelajaran itu bagi kehidupan di dunia nyata kelak. Terakhir adalah elemen Joyfull Learning. Metode ini menjadi pendekatan pembelajaran yang tidak sekadar mengedepankan hal-hal yang menyenangkan dalam pembelajaran. Namun juga mengutamakan pemikiran yang mendalam dari para siswa terhadap setiap materi pembelajaran yang diajarkan

Bapak Subagyo, S.Pd., Dengan gaya penyampaian yang interaktif dan mudah dipahami, beliau berhasil membimbing para peserta untuk memahami konsep dasar pembelajaran mendalam, pentingnya pendekatan ini dalam konteks kurikulum merdeka, serta berbagai strategi praktis yang dapat diterapkan di kelas.

Selama sesi pelatihan, para guru diajak untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mempraktikkan langsung berbagai teknik pembelajaran mendalam. Mulai dari merancang pertanyaan esensial, mendorong pemikiran kritis siswa, hingga menciptakan proyek-proyek pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada siswa. Antusiasme para peserta sangat terasa, terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab dan kolaborasi antar guru.

Kepala SMK-IT Nurul Fikri Gandusari Bapak Sopingi, S.Pd, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap melalui pelatihan ini, para guru dapat terus mengembangkan diri, sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan bermakna bagi seluruh siswa.

“Pelatihan ini adalah langkah penting bagi kita semua untuk terus beradaptasi dan berinovasi,” ujar Bapak Kepala Sekolah. “Dengan pembelajaran mendalam, kita tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat.”

Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari pelatihan ini akan segera diimplementasikan dalam proses belajar mengajar sehari-hari, demi terwujudnya kualitas pendidikan yang lebih baik di SMK-IT Nurul Fikri Gandusari