Mendikdasmen menyebutkan bahwa Kementerian selalu berupaya untuk menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua dalam memenuhi amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal tersebut dilakukan dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa. Salah satunya adalah dengan meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan.

Digitalisasi pendidikan juga menjadi prioritas. Melalui pemanfaatan teknologi, proses belajar mengajar dapat berlangsung secara lebih interaktif, fleksibel, dan efisien. Digitalisasi pendidikan juga mendorong sistem pendidikan yang lebih transparan dan adaptif, sekaligus memberikan peluang pembelajaran yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan setiap peserta didik.
“Untuk Digitalisasi pendidikan, akan dilakukan pelatihan guru dan penyiapan materi pembelajaran untuk smart classroom (program kelas cerdas),” ujar Mendikdasmen.
Dengan tajuk “Digitalisasi Media Pembelajaan melalaui Learning Manajemen System”. Kegiatan ini berlangsung di SMK-IT Nurul Fikri Gandusari selama 3 hari yakni 7 – 9 juli 2025 dengan menghadirkan narasumber dari PKBM Sinar Pagi (Mitra Prakerja ), menyampaikan bahwa LMS sekarang adalah bagian yang tidak terpisahkan dari digitalisasi pembelajaran, sehingga pembelajran dapat dilakukan kapan saja dimana saja.




Hari pertama dengan Narasumber Eko Wahyudi, S.Pd menyampaikan bahwa “ Learning Management System (LMS) adalah platform digital yang digunakan untuk mengelola dan mendistribusikan materi pelatihan secara online. LMS memungkinkan proses pembelajaran yang terstruktur, terukur, dan lebih efisien” . Dalam pelatihan, LMS digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk manajemen materi, pelacakan kemajuan peserta, dan interaksi antar peserta dan pengajar.

Sedangkan hari kedua diisi dengan materi membuat media dan perangkat pembelajaran digital. Modul pembelajaran digital adalah materi pembelajaran dalam format elektronik yang dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran mandiri. Modul ini dapat mencakup teks, gambar, video, audio, dan elemen interaktif lainnya untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa.
Modul pembelajaran digital, atau e-modul, merupakan versi digital dari modul pembelajaran konvensional. Ia memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menyajikan materi pembelajaran secara lebih menarik dan interaktif. Modul ini dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja oleh siswa.

Hari ketiga diisi oleh narasumber Bapak Hamim, M.Pd yang menyampaikan tentang bagaimana mengupload perangkat ajar ke laearning manajemen system lengkap dengan assesmenya. Asesmen dalam LMS (Learning Management System) adalah proses penilaian yang dilakukan melalui platform digital untuk mengukur pemahaman dan pencapaian siswa terhadap materi pembelajaran. LMS menyediakan berbagai fitur untuk melakukan asesmen, baik formatif maupun sumatif, yang dapat membantu guru memantau perkembangan belajar siswa dan memberikan umpan balik yang relevan.




Dwi Lestari S.Pd, sebagai peserta dan guru dari SMK-IT Nurul Fikri Gandusari mengungkapkan pengalamannya dengan penuh semangat.

“Partisipasi dalam kegiatan upskilling yang diadakan di SMK-IT Nurul Fikri Gandusari ini memberikan banyak manfaat bagi guru-guru peserta workshop,” ujar Ustadzah Tari dalam keterangan tertulis,
Ia juga menambahkan bahwa Ia telah mendapatkan pengetahuan yang beragam, mulai dari pembuatan Modul jar digital, assesmen digital, dan pengembangan perangkat pembelajaran di era kurikulum merdeka, hingga praktik-praktik pembelajaran terbaik.
Semoga dengan Pelatihan digital ini dapat diterapkan di lingkup SMK-IT Nurul Fikri Gandusari
